Tahukah
Anda jika kacang merah merupakan salah satu kelompok kacang polong yang paling
terkenal di dunia? Ya, kacang merah sudah menjadi bahan berbagai masakan lezat
di dunia yang digemari.
Kacang
merah biasa dikonsumsi ketika sudah benar-benar masak berupa kacang kering. Di
Indonesia, kacang merah kering umumnya dimasak menjadi bubur, sup atau campuran
sayur, nasi tim atau es. Kacang merah juga sering dimasak menjadi selai manis
yang digunakan sebagai pengisi beberapa kue seperti bakpau, kue bulan, kue moci,
kue dorayaki, donat isi, dan lain-lain.
Kacang merah tergolong makanan nabati kelompok kacang polong (legume); satu
keluarga dengan kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo, dan kacang uci. Ada
beberapa jenis kacang merah diantaranya adalah red bean, kacang adzuki (kacang merah
kecil), dan kidney
bean (kacang merah besar).
Salah
satu jenis kacang-kacangan yang sangat baik dikonsumsi adalah kacang merah.
Kacang merah adalah bahan makanan yang baik untuk menurunkan kolesterol. Selain
dapat menurunkan kolesterol, kacang merah juga baik untuk mencegah tingginya
gula darah karena memiliki kandungan serat yang tinggi. Dalam 100 gram kacang
merah kering, dapat menghasilkan 4 gram serat terdiri dari serat larut
dalam air dan serat yang tidak larut air.
Sebuah
studi yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine mengonfirmasikan
bahwa makan makanan tinggi serat, seperti kacang merah, membantu mencegah
penyakit jantung. Hampir 10,000 orang Amerika berpartisipasi dalam penelitian
ini yang dilakukan selama 19 tahun. Masyarakat yang biasa mengkonsumsi serat 21
gr setiap hari, dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner hingga 12% dan
11% penyakit jantung koroner dibandingkan yang hanya mengkonsumsi serat 5 gr
setiap hari.
Selain
kandungan seratnya yang kandungan gizi pada kacang merah sangat bagus
bagi kesehatan tubuh manusia. Kacang merah kering merupakan sumber protein
nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium,
fosfor, dan zat besi.
Tiamin
yang terdapat pada kacang merah adalah zat baik untuk membantu reaksi enzymatik
pusat produksi energi dan sel otak. Pasalnya, tiamin diperlukan untuk sintesis
hormon acetylcholine, neurotransmitter yang penting untuk memori. Kekurangan
tiamin menjadi faktor signifikan dalam penurunan fungsi mental (pikun) dan
penyebab penyakit Alzheimer.
Kandungan Nutrisi Kacang Merah
Selain dimasak menjadi berbagai makanan lezat, kandungan nutrisi kacang merah
juga luar biasa kaya. Kacang merah kaya akan asam folat, kalsium, karbohidrat
kompleks, serat, dan protein yang tergolong tinggi. Kandungan karbohidrat
kompleks dan serat yang tinggi dalam kacang merah membuatnya dapat menurunkan
kadar kolesterol darah. Kadar indeks glikemik kacang merah juga termasuk rendah
sehingga menguntungkan penderita diabetes dan menurunkan risiko timbulnya
diabetes.
Kacang merah kering adalah sumber karbohidrat kompleks, serat makanan (fiber),
vitamin B (terutama asam folat dan vitamin B6), fosfor, mangaan, besi, thiamin,
dan protein. Setiap 100 gram kacang merah kering yang telah direbus dapat
menyediakan 9 gram protein atau 17 persen dari angka kecukupan protein harian.
Kandungan protein dan profil asam amino dalam 100 gr kacang merah (kidney
bean) dari yang terbanyak adalah asam glutamat (1323 mg), asam aspartat
(1049 mg), leucine (693 mg), lysine (595 mg), arginine (537 mg), serine (472
mg), phenylalanine (469 mg), valine (454 mg), isoleucine (383 mg), proline (368
mg), threonine (365 mg), alanine (364 mg), glycine (339 mg), dan lain-lain
sisanya di bawah 300 mg.
Kandungan protein dalam kacang polong, termasuk kacang merah, sudah lama diakui
kontribusinya pada menu makanan sehari-hari. Bahkan kacang merah memasok
kebutuhan protein hampir sama banyaknya dengan daging. Walaupun protein nabati
yang terkandung dalam kacang merah tergolong protein tak lengkap karena kurang
lengkanya profil asam amino esensial, namun dengan mudah dapat dilengkapi
dengan mengkonsumsi kacang merah bersama padi-padian/sereal, produk susu, atau
sejumlah kecil daging. Jadi, tidak sulit untuk melengkapi kekurangan komponen
protein (asam amino) yang terdapat pada kacang merah.
Nutrisi vitamin dalam kacang merah diantaranya adalah folat yang mampu
mencukupi kebutuhan harian sebesar 33 persen, 11 persen kebutuhan thiamin, 10
persen kebutuhan vitamin K, 6 persen kebutuhan vitamin B6, dan lain-lain
sisanya di bawah 3 persen.
Kandungan mineral kacang merah mampu mencukupi masing-masing 24 persen
kebutuhan harian mineral mangaan, 16 persen kebutuhan mineral besi, 14 persen
kebutuhan mineral fosfor, 12 persen kebutuhan mineral potassium dan tembaga, 11
persen kebutuhan mineral magnesium, 7 persen kebutuhan mineral zinc, dan
lain-lain sisanya di bawah 3 persen. Kandungan mineral dalam kacang merah kecil
(adzuki bean) lebih banyak daripada jenis kacang merah besar (kidney bean).
Kacang merah nyaris bebas lemak, natrium, kolesterol dan sodium. Selain itu
kacang merah sangat rendah kalori (hanya 6 persen per 100 gr), serta murah harganya.
Bahkan kacang merah mampu mencukupi 30 persen kebutuhan serat makanan (fiber)
dan mengandung 168 mg asam lemak Omega-3 dan 107 mg asam lemak Omega-6.
Manfaat Nutrisi Kacang Merah
Melihat berbagai kandungan nutrisi kacang merah diatas, maka dapat diuraikan
berbagai manfaatnya, yaitu :
- Mencegah
kolesterol jahat dan memperlancar pencernaan (anti sembelit). Kandungan
fibernya yang tinggi difermentasi dalam usus besar dan menghasilkan asam-asam
lemak rantai-pendek, yang dapat menghambat sintesis kolesterol hati. Belum lagi
kandungan Omega-3 dan Omega-6 juga akan sangat membantu;
- Mencegah
resiko diabetes karena kandungan karbohidrat kompleknya berglikemik indek
rendah dan termasuk lamban cerna;
- Membantu
pematangan sel darah merah, membantu sintesa DNA dan RNA, serta menurunkan
level homosistein dalam pembuluh arteri (sehingga mengurangi resiko penyakit
jantung) dengan kandungan folat dan vitamin B6;
- Membantu
program diet karena fibernya akan membuat Anda merasa kenyang dan kalorinya
juga sangat rendah. Apalagi kandungan protein nabatinya akan bermanfaat untuk
perkembangan massa otot tubuh;
- Menjaga
fungsi sistem syaraf, metabolisme karbohidrat, dan mencegah penyakit beri-beri
dengan kandungan thiamin;
- Membantu
proses metabolisme asam amino, asam lemak, lipid, glukoneogenesis, sintesis
neurotransmitter, sintesis histamine, sintesis dan fungsi haemoglobin serta
menjaga kesehatan kulit dengan kandungan vitamin B6;
- Membantu
proses pembekuan darah pada luka
- Membantu
pembentukan komponen utama sel-sel darah merah, pembentukan enzim, pembentukan
tulang, mencegah resiko anemia (darah rendah) dengan kandungan zat mineral
zinc, besi, dan tembaga;